Disdikbud Kubu Raya Rencanakan Pembukaan Belajar Tatap Muka Secara Bertahap

Kamis, 26 November 2020 | Kuburaya

KUBURAYA - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya Muhammad Ayub menyampaikan bahwa, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri, maka pembelajaran secara tatap muka akan mulai dilakukan pada Januari tahun 2021 mendatang.

Kendati demikian, saat ini pihaknya masih terus melakukan persiapan untuk memulai dibukanya pembelajaran secara tatap muka.

"Kita tahu diawal pembelajaran tatap muka ini tentu kita tidak bisa memaksimalkan seperti pada saat-saat situasi normal,"

"Tentu saja pembelajaran tatap muka ini akan dilakukan dengan pembatasan-pembatasan. Baik dari segi durasi belajar mengajar, pembatasan dalam hal menjaga jarak, pembatasan dalam hal bergaul dilingkungan sekolah,"

"Pada hakekatnya kita harus mulai pembelajaran tatap muka ini dengan persiapan-persiapan yang tentunya dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan," ungkap Muhammad Ayub, pada Rabu 25 November 2020.

Namun pembukaan kembali proses pembelajaran tatap muka itu, kata Ayub akan dilakukan secara bertahap, sesuai situasi setiap wilayah kecamatan yang ada di Kubu Raya.

"Kita akan memulai dari wilayah pinggir, dimana sebelum terbit skb 4 menteri inipun dalam surat edaran yang lama itu, sebenarnya untuk pulau-pulau terpisah diperkenankan tatap muka,"

"Karena di pulau-pulau terpisah, itu zona covid-19 nya bisa ditentukan oleh daerah. Kalau wilayah-wilayah reguler zona Covid-19 nya ditentukan oleh pusat,"

"Jadi tentu akan kita mulai dari pinggir, sedikit demi sedikit kita akan sampai ke pusat kubu raya,"

Lebih jauh dalam persiapan ini juga, ia menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan google formulir kepada setiap masing-masing sekolah.

"Sejauh ini kesiapan tiap-tiap sekolah kita mengacu kepada bagaimana standar-standar yang sudah ditetapkan,"

"Kita sudah menyiapkan aplikasi yang namanya google formulir. Disana nanti semua sekolah melalui kepala sekolah ataupun pihak sekolahnya mengisi daftar ceklis tentang kesiapan setiap sekolah. Kita memantau terus setiap perkembangannya. Jadi sehingga dari daftar ceklis itu kita dapat melihat sejauh mana kesiapan tiap-tiap sekolah," terangnya.

"Ketika mereka sudah menyatakan siap, kita akan survey kelapangan, memastikan bahwa faktanya memang sekolah tersebut sudah siap," tambahnya. (*)

Sumber Berita klik disini