Pembukaan MTQ Nasional Ke-28 2020 di Padang Berlangsung Tanpa Kemeriahan

Senin, 16 November 2020 | Nasional

SUMBAR - Tidak seperti pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dua tahun yang lalu, pembukaan MTQ Nasional XXVIII tahun 2020, di Stadiun Utama Sikabu Sumatera Barat, Kabupaten Padang Pariaman tadi malam, Sabtu, 14 November 2020 berlangsung tanpa kemeriahan.

Stadion yang berkapasitas 45.000 orang itu terlihat nampak lengang. Tribun penonton pun sama halnya demikian tidak terisi penuh.

Namun di sana tetap berdiri panggung dan layar besar serta sorotan lampu warna-warni. Alunan musik tradisional Minang menggema di stadion. Pasukan pengibar bendera nampak bersiap memimpin deville perwakilan kafilah

32 provinsi peserta masing-masing hanya mengirimkan 10 orang perwakilan defile yang digelar usai sambutan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Menteri Agama Fachrul Razi dan sambutan virtual Presiden Joko Widodo.

Masyarakat sekitar pun tampak antusias memasuki stadion hingga nampak mengabaikan protokol kesehatan.

Mereka merapat pada deretan deville sehingga terbentuk kerumunan. Kondisi stadion yang belum 100 persen tuntas saat itu pun menambah suasana pembukaaan tidak cukup nyaman saat itu.

Kafilah Jabar pun tidak menyertakan peserta dalam pembukaan tersebut. Kafilah Jabar hanya mengirimkan kurang lebih belasan ofisial ke stadion, sedangkan peserta tetap di hotel guna menjaga kondisi.

Pasalnya Minggu, 15 November 2020 ini merupakan hari pertama penyisihan dari sembilan cabang lomba di 12 venue di sekitaran Kota Padang.

Sementara itu pada pembukaan MTQ tadi malam, kepala daerah Jabar diwakili oleh kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum yang pada Sabtu sore menyempatkan diri memberikan motivasi pada kafilah Jabar di hotel Jalan Belakang Olo, Kota Padang.

Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat mengatakan, Sumbar menjadi tuan rumah MTQ nasional merupakan kali kedua. Adapun kali pertama Sumbar jadi tuan rumah yaitu pada tahun 1983 yang lalu.

Dalam sambutannya, Irwan mengatakan, hanya 32 provinsi yang ikut serta dalam ajang nasional tersebut. Untuk diketahui DI Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur tidak ikut serta. Dari 32 provinsi tersebut terdapat 1.476 peserta, 2.086 kafilah. Ajang tersebut melibatkan 135 Dewan Hakim, 26 panitera, tujuh orang pengawas dan 43 orang ofisial dari pusat.

Irwan pun meminta semua pihak yang terlibat dalam MTQ untuk tetap menjaga protokol kesehatan agar selalu diterapkan.

"Mohon maaf ada pengetatan protokol kesehatan selama kegiatan agar kita semua sehat," ujar dia.

Irwan pun berharap MTQ jadi ajang zikir tafakur, dan berlomba sehat.

"Kami harap Dewan hakim adil, profesional, objektif. Yang baik dan memang jadi juara, bekerja secara profesional," ujar dia.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Fachrul Razi dalam sambutannya mengungkapkan bahwa MTQ di masa pandemi butuh perencanaan dan pelaksanaan yang sungguh-sungguh. Komitmen dan kedisiplinan protokol kesehatan harus diterapkan dengan ketat di semua lini sehingga menjadi ikhtiar maksimal pencegahan penularan Covid-19.

Lebih jauh, Fachrul mengatakan, MTQ tidak hanya syiar, namun juga Al Qur'an harus jadi pedoman umat untuk mewujudkan kehidupan yang semakin baik.

"Walaupun diselenggarakan dalam keprihatinan dan kewaspadaan semoga penyelenggaraan MTQ kali ini tidak menghilangkan substansi dan syiar MTQ," harapnya.

Menteri Agama mengingatkan bahwa nilai MTQ bukan pada piala dan juara tapi pada nilai dakwah yang dipancarkannya.

"Mari sukseskan MTQ dengan tetap menegakkan prokes, untuk mencegah penularan wabah," Ujarnya.

Even ini adalah perhelatan yang sudah melekat di hati masyarakat Indonesia, karena sistematis, rutin dan berjenjang mulai dari tingkat desa hingga nasional. MTQ bahkan mampu menggerakan ekonomi masyarakat sebagai tuan rumah penyelenggara.

"Tindak lanjut dari MTQN akan diikutkan pada MTQ dunia. Indonesia diundang tiap tahun dalam kontestasi internasional ini. Sudah banyak prestasi qori dan qoriah Indonesia dikancah dunia," Katanya.

Sementara itu, dikutip dari laman resmi kementrian Agama, Presiden mengingatkan bahwa nilai-nilai Al Qur'an mengajarkan untuk bekerjasama dalam ketakwaan, meneladani kepribadian Rasulullah SAW, menebarkan kasih sayang dan menjauhi perbuatan yang menyakiti sesama.

"Bukan hanya ajang berlomba namun MTQ juga jalan untuk mengedukasi umat," ujarnya.

MTQ menurutnya juga sebagai bentuk dakwah untuk menyempurnakan akhlak umat manusia dengan keislaman yang baik, yang akan memperkuat jati diri dan memperkokoh ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah bashoriyah.

"Semangat sebagaimana dicontohkan Rasul harus diteladani kita di masa pandemi. Semangat itu adalah ikhlas membantu tanpa membedakan suku, agama, dan ras, berbagi beban dengan sesama," katanya.

Presiden yakin, dengan pertolongan Allah dan ikhtiar Indonesia akan melalui ujian, bangkit dan pulih kembali.

MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020 dilaksanakan selama 10 hari yaitu dari mulai tanggal 12 sampai dengan 21 November 2020. Sepenuhnya dilaksanakan di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat.***

Sumber Berita klik disini