Tradisi Mandre Sippulung Warga Kampung Parit Bugis Darat

Jumat, 16 Oktober 2020 10:18 WIB | Kuburaya

Sungai Raya - Tradisi Mandre Sippulung dilakukan warga kampung Parit Bugis Darat, Dusun Karya 1, Desa Kuala dua, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Tradisi budaya masyarakat Bugis di kampung ini digelar setiap tahunnya sebagai tradisi memperingati pertama kalinya kampung tersebut dibuka, dengan kegiatan makan bersama dan doa bersama untuk para tetuah yang telah membangun kampung, serta berdoa agar kampung tersebut dijauhkan dari bala dan musibah.

Kegiatan ini melibatkan seluruh warga kampung berkumpul di satu halaman dan makan bersama dengan makanan khas yakni ketupat dan ayam panggang, serta pulut kuning. Salah seorang tetuah di kampung Parit Bugis Darat, Daeng Syukur mengungkapkan, tradisi ini memang rutin digelar setiap tahunnya dan tahun ini digelar dengan protokol kesehatan ketat.

“Tradisi ini memang tiap tahun kami gelar, kalau orang kampung di sini menyebutnya Mandre Sippulung atau makan berkumpul, tahun ini kami gelar sederhana saja karena mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (15/10/2020).

Salah seorang remaja Parit Bugis Darat, Sri Mulyani yang juga hadir dalam kegiatan tersebut merasa bangga ada tradisi yang ia pelajari secara turun temurun. Ia pun optimis akan terus melestarikan budaya di kampungnya dengan memperkenalkan di media sosial yang dimilikinya agar masyarakat luas juga mengetahui tradisi Mandre Sippulung di kampungnya.

“Kami sebagai remaja sangat bangga para tetuah kami masih melestarikan tradisi Mandre Sippulung ini, sehingga kami generasi muda bisa melanjutkan tradisi ini kedepannya agar tidak lekang oleh zaman dan mempublikasikannya di media sosial kami para remaja,” jelas Sri Mulyani yang merupakan salah satu anggota Remaja Parit Bugis Darat (RPBD) yang ada di kampung tersebut.

Sementara Kepala Desa Kuala Dua, Abbas yang juga hadir dalam kegiatan mengapresiasi kegiatan tersebut selain memperkenalkan budaya tapi juga mempererat kehidupan sosial dengan silaturahmi yang dijalin melalui makan bersama tersebut. Meski diakui tahun ini belum dapat menganggarkan melalui dana desa untuk kegiatan tersebut, namun dirinya berjanji kedepan akan mensupport tradisi budaya yang ada di Desa Kuala Dua melalui dana desa, termasuk agenda tahunan Mandre Sippulung ini.

“Kami selaku pemerintah desa sangat mendukung program budaya seperti ini, meski tahun ini kami belum menganggarkan karena dana desa banyak dialihkan untuk bantuan sosial COVID-19, namun Insya Allah tahun depan akan kami coba bantu support dengan dana desa,” ujarnya.

Mandre Sippulung diawali dengan pemasangan ancak di ujung parit kampung, sembari mendoakan para tetuah kampung yang telah wafat, selanjutnya dilakukan pemotongan tumpeng dan makan bersama.

SUMBER